Masalah : Cara Tuhan Mendewasakan Manusia
(photo : shutterstock)
Part 1
Adakah diantara kita yang tidak pernah memiliki
masalah ? Penulis berani bertaruh (sebenernya gak baik bertaruh), semua
manusia tidak ada yang tidak pernah memiliki masalah. Tapi ada loh orang
yang gak punya masalah. Ada dua kemungkinan orang tidak memiliki masalah,
pertama orang gila (hilang akal dan pikiran) dan yang kedua adalah orang
meninggal -tidak hanya akal dan pikiran yang hilang, namun juga jiwa.
Setiap dari kita pernah mengalami yang namanya
masalah. Baik dari masalah kecil seperti, bingung mau makan apa, makan dimana,
bisa bayar makan diakhir bulan ataukah tidak, bahkan masalah yang kualitas dan
kuantitasnya besar seperti, kebimbangan menentukan tujuan hidup, konflik dengan
orang lain atau masalah dalam menentukan/mendapatkan profesi. Diantara
segelintir masalah tersebut, pasti manusia pernah atau akan mengalaminya, cepat
atau lambat.
Bagi sebagian orang, terutama yang sudah banyak
mengarungi kehidupan, makan asam garam pahit manis perjalanan hidup, saat
menemui masalah dapat menyelesaikan dan bahkan masalah dijadikan sebagai mata
pencaharian. Seperti halnya seorang psikolog, tanpa adanya masalah, mungkin dia
tidak akan mendapatkan pekerjaan karena pekerjaannya adalah menyelesaikan
masalah orang lain (spesifik psikologi), bahkan bisa saja tidak ada profesi
psikolog yang tugasnya menyelesaikan masalah, karena semua orang bisa
menyelesaikan masalah sendiri. Namun ada sebagian orang lebih memilih untuk
lari dari masalah. Dalam artian menghindari atau hanya sekedar berdiam diri
saja, tanpa memecahkan masalahpun sebenarnya adalah suatu bentuk pelarian yang
pasif.
Tua itu kepastian, dewasa itu pilihan. Sering
kiranya mendengar kalimat diatas. Bahwa pada hakekatnya semua yang bernyawa
pasti akan mati, begitupun yang muda, pasti akan menua. Tapi, beranjak dewasa
ataukah tidak, itu pilihan. Tergantung dari cara penyikapannya, lebih memilih
menghindari atau menghadapi, lebih memilih keluar dari zona nyaman atau menjadi
penghuni tetap zona nyaman.
Berdasarkan KBBI, masalah adalah sesuatu yang harus
dipecahkan atau diselesaikan. Sedangkan menurut Sugiyono (2009:52) masalah
diartikan sebagai penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang
benar-benar terjadi, antara teori dengan praktek, antara aturan dengan
pelaksanaan, antara rencana dengan pelaksanaan. Atau dalam kamus Hukum sering
kita kenal dengan kesenjangan antara das sein (kenyataan) dan das sollen
(harapan yang ingin dicapai). Sehingga dari pengertian tersebut penulis
menyimpulkan bahwa masalah adalah kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan,
dan kenyataan tersebut menghambat tercapainya harapan yang akan dicapai.
Sedangkan untuk definisi dewasa menurut Hurlock (1990) mengatakan bahwa
seseorang dikatakan dewasa bila telah memiliki kekuatan tubuh secara maksimal,
siap berproduksi, dan telah dapat diharapkan memiliki kesiapan kognitif,
afektif, dan psikomotor, serta dapat diharapkan memainkan perannya bersama
dengan individu-individu lain dalam masyarakat. Dari definisi diatas penulis
menggaris bawahi kalimat memiliki kesiapan kognitif, afektif dan psikomotor
serta kalimat diharapkan memainkan perannya bersama dengan individu-individu
lain dalam masyarakat. Dari kalimat tersebut, maka didapat bahwa masa
dewasa tidak hanya siap secara fisik saja namun juga kesiapan mental,
intelejensi, dan moral agar bisa berperan dimasyarakat.
Sehingga yang dimaksud dengan Masalah : Cara
Tuhan mendewasakan Manusia adalah manusia atau kita dapat menyikapi masalah
bukan sebagai beban yang terus-terusan kita baperin, namun justru kita
dapat menjadikan masalah sebagai bentuk tempaan diri agar bisa lebih dewasa. Lantas
mengapa masalah dikatakan layak sebagai tools pendewasaan diri ? Karena
1.
Layaknya kawah Candradimuka.
Teringat
cerita pewayangan yang mengisahkan seorang putra Bima. Gatotkaca namanya,
kesatria pemilik otot kawat tulang besi yang menjadi legenda dari jajaran
kesatria pewayangan. Gatotkaca telah melewati berbagai dinamika,
penempaan dikawah candradimuka menjadikan dirinya menjadi manusia super.
Sama halnya dengan kita ingin menjadi dewasa, maka anggaplah masalah layaknya
kawah candradimuka. Di godog dalam masalah agar bisa menjadi orang yang
lebih kuat baik jiwa (mental) ataupun (raga/fisik). Seluruh potensi akan
dikerahkan untuk memecahkan masalah. Jikapun dirasa tidak sanggup maka akan
mencari jalan keluar. Otak akan terangsang untuk berpikir dan terus berpikir
bagaimana cara menyelesaikan masalah yang dihadapi. Akan menjadi reflek bagi
kita dalam menyikapi masalah lebih bijak.
2. Repitisi.
Sudah menjadi
asumsi bahwa masalah jika tidak dipecahkan akan menghambat tujuan. Masalah yang
datang bertubi-tubi akan semakin manjadikan jiwa ataupun raga semakin terlatih,
ada pengalaman dan mengambil pelajaran. Menurut teori Malcolm Gladwell
dalam bukunya Outliers, menegaskan bahwa kesuksesan adalah rangkaian
dari latihan dan praktek berkepanjangan, tiada henti dan tiada jenuh. Sukses
praktek 10.000 jam akan menjadikan anda seorang ahli dalam bidangnya. Semakin
sering orang berlatih maka semakin ahli orang tersebut, semakin banyak masalah
yang dihadapi maka semakin ahli dalam menyelesaikan masalah. Salahudin al
ayyubi, Sultan Muhammad Al fatih, Umar bin abdul aziz dan para tokoh islam
lainnya telah menghadapi berbagai macam masalah dan membuktikan bahwa masalah
yang mereka hadapi menjadikan mereka sebagai bukti sejarah kebesaran Umat Islam.
Mencuplik kisah dari Sultan Muhammad Al fatih, kegigihannya dalam menaklukan
konstatinopel menjadikan dirinya layak menyandang gelar sebagai sebaik-baik
pemimpin. Seperti halnya sabda Rasulullah SAW ,”Sungguh konstatinopel akan ditaklukan,
dan sebaik-baik pemimpin adalah pemimpin pasukan (yang menaklukan) itu dan
sebaik-baik pasukan adalah pasukan itu”. Banyak masalah yang dihadapi oleh
Sultan Mehmed II, karena berbagai usaha, repetisi/pengulangan yang ia
lakukan, daya upaya yang dia kerahkan dapat diatasi oleh lawannya. Namun,
dengan masalah tersebut menjadikan dia sebagai pemimpin muda yang berpengaruh
dalam peradaban Islam.
3. Berlian !
Siapa yang
tidak tahu berlian ? Benda kecil hasil bumi yang menjadi primadona bagi
khalayak ekonomi atas. Siapa sangka, dibalik mahalnya berlian ada serangkaian
proses yang sangat berat jika dipaparkan. Bahan dasar dari berlian adalah satu
unsur karbon (99,95%) yang berada dikedalaman lebih dari 100 km (ilmuwan di
John University) dengan panas yang sangat tinggi. Penempaan yang terjadi
membuat unsur yang tidak ada harganya mampu membuat banyak orang terbius akan
keelokannya. Bagi kita yang ingin menjadi sebongkah berlian, maka tidaklah
perlu takut untuk mendapati adanya masalah, karena tempaan masalah akan
mengantarkan kita menjadi manusia yang ada harganya, layaknya Berlian. Tentunya
hal yang paling penting bukan hanya berharga dimata manusia, tapi berharga
dihadapan-Nya.
4. Ambil pelajaran
Maka, jadikan
masalah sebagai pelajaran. Pelajaran agar tidak mengulangi kesalahan yang sama
dan pelajaran agar dapat terus berkembang. Pelajaran agar tidak mengulangi
kesalahan yang sama adalah dengan mempelajari hal-hal apa saja yang sekiranya
dapat membuat kita tidak melakukan kesalahan, dan dapat sekiranya kesalahan di
masa lalu menjadi batu loncatan untuk dimasa yang akan datang.
5. Dekat dengan Allah.
Dan yang terakhir
adalah, masalah adalah suatu mekanisme alamiah, sunatullah, cara Allah untuk
menguji manusia seberapa sabarkah kita untuk bisa tetap berada dijalan-Nya,
seberapa mampukah kita bersikap dewasa. Sebagaimana dalam firman-Nya dalam
surat Al-Baqarah ayat 214 :
“Apakah
kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu
(cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu ? Mereka ditimpa
oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam
cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya:
"Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya
pertolongan Allah itu amat dekat”
Maka dari
itu, tidak perlu takut, tidak perlu khawatir, karena dengan masalah kita bisa
menjadi manusia yang lebih dewasa. Dengan syarat kita berani menghadapi dan
berhijrah dari zona nyaman. Ujian dan pertolongan dari Allah itu amat dekat.
Jadi, jangan takut menghadapi masalah/ujian.
Semoga bermanfaat,
Salam.

Part 2
BalasHapusLantas, bagaimana penyikapan ketika menemui sebuah masalah ? Next post
Thankyou so much 🙏
BalasHapusSama sama 😊🙏
Hapus